Pertanian organik adalah suatu metode pertanian yang berbasis organik yaitu dengan pendekatan bagaimana komoditas pertanian dibudidayakan tanpa menggunakan saprotan yang terbuat dari bahan-bahan kimia. Dulunya semua pertanian bersifat organik, hingga setelah masa perang kedua terjadi masa yang disebut sebagai revolusi hijau, dimana manusia berupaya memproduksi makanan besar-besaran dengan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya. Namun, belum sampai 1 abad, metode pertanian yang konvensional dengan menggunakan saprotan kimia ini sudah menimbulkan banyak dampak kerusakan yang signifikan. Kerusakannya tidak main-main dari kesehatan tanah, kerusakan ekosistem hingga berakibat kerusakan pada kesehatan manusia yang semakin meluas.
Bagaimana? paragraf diatas tentu bukanlah hal yang baru anda baca, tentu saja penjabaran tentang pertanian organik di luar sana sangat banyak dan lebih lengkap. Lalu sudah sejauh mana kita menerapkannya? Sebagai petani, apakah kita sudah berani menerapkan pertanian 100% organik? Sebagai konsumen, apakah kita sudah mendukung para petani organik di sekitar kita?
Benar, tidak semudah itu.
Kenapa Petani Susah Bertanam Organik ?
Jika dibandingkan dengan industri yang lain, maka pertanian ini sangat berbeda. Berbisnis di dunia pertanian layaknya perjudian. Sebagai contoh : jika seseorang memproduksi kursi atau meja, maka dia akan menghitung berapa harga bahan ditambah dengan ongkos kerja lalu harga pokoknya pun sudah ketemu kemudian ditambah labanya maka muncullah harga jualnya. Berbeda dengan petani yang harga jual barangnya sangat ditentukan dengan permintaan dan penawaran pasar. Belum lagi barang yang diproduksi punya masa simpan yang sebentar. Maka tak heran kalau petani sering kali jika untung, bisa berlipat-lipat namun jika rugi, ruginya juga berlipat-lipat. Bahkan dalam banyak kondisi, mereka bisa kehilangan lahannya karena terlilit hutang.
Tags : #agriculture #organic
Share This :